masukkan script iklan disini
Buruknya Tata Kelola Terminal Petikemas Internasional Belawan: PT Pelindo Diduga Lakukan Pembiaran terhadap BNCT
BELAWAN – Kondisi Terminal Petikemas Internasional Belawan saat ini tengah menjadi sorotan tajam. PT Pelindo, selaku pemilik kawasan, diduga kuat melakukan pembiaran terhadap berbagai persoalan krusial yang terjadi di bawah pengelolaan pihak mitra, Belawan New Container Terminal (BNCT) yang terafiliasi dengan DP World.
Sejumlah permasalahan fundamental mulai dari degradasi infrastruktur hingga dugaan pelanggaran hak normatif pekerja mencuat ke permukaan, mengancam efisiensi logistik nasional di gerbang utama Sumatera Utara.
Infrastruktur dan Alat Operasional Terbengkalai
Berdasarkan pantauan dan laporan di lapangan, pemeliharaan dermaga serta alat penunjang operasional (High Level Equipment) dinilai sangat minim. Padahal, sebagai terminal internasional, ketersediaan dan kesiapan alat adalah kunci utama dwelling time yang efisien.
- Pemeliharaan Dermaga: Terlihat adanya penurunan kualitas fisik infrastruktur yang jika dibiarkan dapat membahayakan keselamatan kerja dan operasional kapal.
- Alat Operasional: Banyaknya alat yang sering mengalami kendala teknis (breakdown) mengindikasikan manajemen perawatan yang tidak berjalan sesuai standar internasional.
Dugaan Manipulasi Hak Pekerja PKWT
Persoalan paling krusial yang mencoreng citra pengelolaan pelabuhan adalah dugaan manipulasi hak-hak pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Pihak pengelola diduga melakukan praktik yang merugikan kesejahteraan buruh demi menekan biaya operasional (cost cutting).
"PT Pelindo seharusnya menjalankan fungsi pengawasan (monitoring) yang ketat terhadap mitra pengelolanya. Jika BNCT atau DP World gagal menjaga standar layanan dan kesejahteraan pekerja, maka Pelindo tidak boleh lepas tangan atau seolah-olah tutup mata," tegas sumber yang memahami situasi di pelabuhan Belawan.
Tuntutan Evaluasi
Publik dan pemangku kepentingan mendesak agar:
- PT Pelindo segera melakukan audit investigasi terhadap kinerja operasional dan manajerial BNCT.
- Transparansi pengelolaan SDM, khususnya pemenuhan hak pekerja PKWT sesuai dengan UU Cipta Kerja dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
- Perbaikan fasilitas secara menyeluruh guna menjamin keselamatan kerja dan kelancaran arus barang.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadi penurunan kepercayaan maskapai pelayaran internasional terhadap Pelabuhan Belawan, yang pada akhirnya akan berdampak buruk pada perekonomian regional.
(Tim)



